KUDUS – Dalam upaya mengintegrasikan kompetensi akademik dengan praktik profesional di lapangan, empat mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi meluncurkan program Asisten Mengajar di Satuan Pendidikan (AMSP). Kegiatan ini akan dilaksanakan di MTs Negeri 2 Kudus mulai tanggal 15 April hingga 15 Juni 2026.
Program yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini diikuti oleh Amelia Safitri, Ummi Qona’ah, Meilatyas Cahya Zulaikha, dan Muhammad Fachri Tajul Arifin. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam mengelola pendidikan.
Misi Penguatan Karakter dan Inovasi Pembelajaran
Latar belakang program ini menyoroti pentingnya pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan. Mahasiswa tidak hanya ditugaskan untuk mengajar di kelas, tetapi juga diarahkan pada penguatan:
• Pendidikan Multikultural: Menyusun inovasi pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal.
• Mitigasi Bencana: Melakukan sosialisasi dan simulasi untuk kesiapsiagaan siswa.
• Pendidikan Karakter: Melalui pembinaan ekstrakurikuler Pramuka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
MTs Negeri 2 Kudus Sebagai Mitra Strategis
Pemilihan MTs Negeri 2 Kudus sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada kondisi madrasah yang memiliki potensi besar. Berlokasi di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, madrasah dengan Akreditasi A ini mengelola sekitar 700 peserta didik dan didukung oleh 60 tenaga pendidik serta kependidikan.
Fasilitas sarana dan prasarana yang memadai serta kesadaran teknologi yang tinggi di MTs Negeri 2 Kudus menjadi modal utama bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan E-Learning dan mengelola Laboratorium IPS.
Rencana Kegiatan yang Komprehensif
Selama dua bulan ke depan, para mahasiswa telah menyusun agenda yang padat dan terstruktur, mencakup delapan proyek utama yang setara dengan beban SKS akademik, di antaranya:
1. Pengembangan Keterampilan Sosial: Melalui presentasi proyek untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.
2. Sejarah Dunia: Menerapkan metode mind mapping agar materi sejarah menjadi lebih bermakna.
3. Evaluasi Pembelajaran: Terlibat langsung dalam pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS).
4. Manajemen Lembaga: Menyusun program P5 untuk mendukung visi madrasah yang berlandaskan IMTAQ dan IPTEK.
Harapan Besar bagi Universitas dan Sekolah
Program ini diharapkan membawa manfaat timbal balik. Bagi pihak universitas, ini merupakan bentuk pemerataan kualitas pendidikan melalui pengiriman mahasiswa terpilih. Sementara bagi MTs Negeri 2 Kudus, kehadiran mahasiswa asisten mengajar diharapkan mampu membawa inovasi baru yang menyegarkan proses belajar mengajar.
“Melalui program ini, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan perencanaan, pengajaran, hingga penilaian hasil belajar yang nyata,” sebagaimana tertuang dalam tujuan proposal tersebut.

